tugu muda

tugu muda
klenteng

Jumat, 18 Juni 2010

Uf, percayakah
ketika Matahari sudah menemukan alamnya sendiri
siang pun mulai enggan untuk dinamakan siang hari
Sinarnya yang kuat
sulit rasanya menyapa rerumputan yang berembun
Pucuk-pucuk daun angsana masih segar kelihatannya
karena matahari yang biasa merobek dan merenggut
zat hijau daun-nya pohon angsana, pergi
uf, Pergi
Kemanakah Sang Surya itu
Kangen rasanya dengan sinar keemasannya
meski terpaksa Aku pun berteduh
dibawah ketiak angsana yang masih menghijau
meski ranting-rantingnya yang menjolor-jolor
ke permukaan langit sudah mulai rapuh
Lantas, akan berteduh di sebelah mana
jika pohon-pohon itu di babat habis
nyaris
tidak menyisakan sedikit pun dongeng
Ya, dongeng kepahlawan atau apapun
seghingga mereka paham, jika langkahnya
panjang tak bertepi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar